MAKNA HARMONI
BAGIAN KETIGA
Kamirah
Di bagian kesatu dan kedua telah diuraikan tentang cinta dan kerja. Cinta itu seperti arus dalam aliran listrik.
Tidak berbentuk, tapi dayanya terasa. Lampu pun menyala karena aliran arus
listrik itu. Sementara itu kerja adalah bukti cinta. Dua hal ini, cinta dan kerja,
seperti dua sisi mata uang. Cinta tanpa kerja: bohong. Kerja tanpa cinta:
ompong. Maka, buktikan cintamu dengan bekerja. Buat gelegar kerjamu dengan
cinta. Harmoni adalah semacam guidance. Rambu-rambu. Karena
segalanya, harus penuhi kriteria: pertengahan. Pertengahan inilah yang dimaksud
dengan harmoni. Tidak berlebih-lebihan.
Maka, cinta yang menyejarah adalah cinta pertengahan. Sesuai dosis, sesuai
tujuan. Seberapa besar seharusnya kita mencintai Allah, RasulNya, kaum mukminin
juga umat manusia seluruhnya.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang harmoni, berikut kutipan kajian tentang cinta pertengahan Abi Fahmi:
Harmoni menurut makna
denotatif adalah kesatuan, keteraturan dan tidak adanya friksi yang dihasilkan
oleh artikulasi dan inter relasi antar bagian-bagian yang berbeda dari
keseluruhan yang kompleks. Dalam dunia musik harmoni bisa dimaknai sebagai
kesatupaduan dengan alam (uniformity in nature) karena menghasilkan efek yang
indah baik karena tercapainya keteraturan, perpaduan atau aransmen nada.
Harmoni kehidupan berarti keseimbangan yang baik dari semua daya jiwa manusia.
Harmoni adalah percampuran
suara antara dua bunyi atau lebih yang terus menerus sehingga
menghasilkan efek yang diinginkan. Harmoni berarti pula kesepakatan personal
atau keinginan baik (goodwill), atau tiadanya perasaan yang menyakitkan atau
friksi. Harmoni bisa pula berarti kesepakatan yang menimbulkan implikasi yang
lebih positif sehingga menghasilkan perdamaian.
Namun, makna harmoni tidak
hanya terbatas pada apa yang sudah disebutkan di atas. Little Oxford Thesaurus
menyebutkan harmoni adalah kesepakatan, dapat bersepakat atau berdampingan
dengan baik, kesepakatan yang sempurna, kesatuan atau persatuan.
Harmoni juga berarti
kesiagaan mental atau emosional, kedekatan hubungan, kedekatan dalam
kebersamaan, konsistensi, dan menuju arah yang sama dan selalu berada para
jarak yang sama (searah dan selalu pada jarak yang sama).
Sedangkan dari
Mirriam-Webster Dictionary harmoni diartikan menyatukan kelompok-kelompok dalam
masyarakat (integrasi), kemampuan mengekspresikan pikiran orang lain secara
jelas (artikulasi) atau bersinonim pula dengan keindahan rupa atau gerakan, hal
yang penting atau serius, dan integritas.
Jadi hakikatnya harmoni
adalah tiadanya friksi dalam perbedaan, munculnya persatuan dalam perbedaan,
dan hadirnya keinginan yang baik (goodwill). Ia adalah kesepakatan bersama,
hidup berdampingan secara damai, kesatuan dan persatuan. Inilah hakikat dari
kebinekaan bangsa kita.
Harmoni bermakna pula
kesiapsiagaan mental dan emosional menuju arah dan tujuan yang sama dalam
kesetaraan. Ia adalah kemampuan mengekspresikan apa yang dipikirkan orang lain
(artikulasi). Harmoni adalah keindahan dan merupakan sesuatu yang penting dan
serius dalam hidup kita. Harmoni adalah integritas. Jadi menjaga integritas
diri adalah harmoni, ia adalah kehormatan dan harga diri (izzah). Dan, itulah
harmoni.
Tainan, Taiwan 17 April 2013
Abi Fahmi Azizi
@abifahmiazizi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar