KIAT MENDIDIK AKHLAK KEPADA ANAK
Oleh: Kamirah
Akhlak
merupakan tujuan akhir dari pendidikan Islam, karena Rasulullah saw. diutus ke
muka bumi adalah dalam rangka untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Karena
itu, bagi umat Islam akhlak menjadi sangat penting untuk mendasari seluruh
tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu pula, penanaman akhlak
kepada anak-anak dan generasi muslim sangat penting sejak usia dini atau
anak-anak, agar kelak ketika dewasa, mereka bisa menjadi generasi penerus yang berkahlak
karimah.
Tidak
ada teori yang pasti memang dalam menanamkan akhlak kepada manusia. Rasulullah
sendiri mengajarkan akhlak kepada parasahabat dengan cara yang bermacam-macam,
yang dimulai dari dirinya sendiri sebagai suri tauladan dan sebagainya. Namun
tentunya ada cara-cara yang efektif dan tidak efektif dalam penanaman akhlak
tersebut.Salah seorang ulama besar, yang sangat peduli kepada penanaman akhlak
ini adalah imam Al-Ghazali dalam kitab Ihyaululumuddin-nya.
Dia memiliki kiat-kiat tertentu dalam penanaman akhlak kepada anak, terutama
yang dilakukan oleh orang tua, sehingga akhlak mereka menjadi baik.
Al-Ghazali
meringkas metode mendidik akhlak pada usia anak dalam bentuk
kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan orang tua kepada anaknya. Metode
tersebut adalah:
- Orang tua harus mendidik, mengarahkan dan mengajarkan anaknya budi pekerti yang baik dan memeliharanya dari teman-teman yang berakhlak jelek.
- Tidak menjadikan anak-anak senang bersolek dan senang kepada sesuatu yang glamor, supaya tidak terbiasa bersenang-senang, yang akan menyulitkan perkembangannya setelah itu.
- Jika orang tua melihat anaknya memiliki daya hayal yang tinggi dan cita-cita yang tinggi dalam kehidupan, maka ketahuilah bahwa dia memiliki akal yang cemerlang dan perkembangan akalnya sedini ini merupakan perkara yang besar. Maka demi kebaikan perkembangannya, dia perlu dibantu dalam pendidikan dan pengajaran.
- Ketahuilah bahwa kejahatan yang pertama kali mempengaruhi seorang anak adalah ketamakannya pada makanan, karena itu, seharusnya orang tua mendidik anaknya dalam hal ini, membiasakannya mengambil makanan dengan tangan kanannya, dan memulai dengan ucapan basmalah.
- Membiasakannya memakai pakain yang sopan dan bersahaja.
- Dalam mendidiknya berpedoman pada prinsip pujian dan hukuman.Namun hukuman tidak diberikan dalam segala perkara, melainkan dalam perkara-perkara tertentu. Begitu juga dalam memberikan hukuman sebaiknya tidak dilakukan secara kasar dan terang-terangan agar anak tidak bertambah nakal.
- Melarangnya tidur siang dan melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi, karena biasanya seseorang tidak melakukan sesuatu secara sembunyi-sembunyi kecuali sesuatu yang buruk, serta membiasakannya untuk bergerak dan berolah raga.
- Melarangnya agar tidak menyombongkan diri kepada teman-temanya atas apa yang dimilikinya atau dimiliki orang tuanya, dan membiasakannya untuk bersikap tawadu’.
- Membiasakannya agar senang memberi bukan meminta-minta walaupun miskin.
- Membiasakannya berperilaku etis di dalam majlis, etis dalam berbicara dan melarangnya untuk banyak omong.
- Melarangnya untuk bersumpah baik jujur maupun bohong, dan membiasakannya berbuat sabar dan tahan dalam memikul beban.
- Membolehkannya bermain setelah belajar supaya dia memiliki semangat dan kecerdasan baru serta tidak merasa berat dalam menangkap ilmu.
- Menakut-nakutinya agar tidak mencuri, menipu, makan barang haram dan akhlak tercela lainnya.
- Apabila telah sampai pada umur tamyiz, seyogyanya orang tua tidak mempermudahnya dalam urusan syariat.
Demikianlah beberapa kiat
yang diajarkan oleh Al-Ghazali dalam menanamkan akhlak kepada anak-anak kita,
semoga para orang tua dapat menerapkan kiat-kiat Al-Ghazali di atas, sehingga
anak-anak mereka kelak menjadi anak-anak yang berakhlak mulia.
Wallahu
a’lam bishshowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar