MONEY POLITIC DAN DEMOKRASI
Oleh: Kamirah
Money politics merupakan satu model politik yang buruk dan pelanggaran
kampanye. Suara rakyat sebagai “suara Tuhan” sebagaimana sering diucapkan para
politikus, pada kenyataannya hanya ungkapan manipulatif. Khususnya ketika
dihadapkan dengan realitas bahwa uang dan kepentingan dijadikan alat utama
dalam meraih suatu jabatan/kekuasaan. Meskipun praktik money politics
merupakan suatu pelanggaran namun kenyataannya sebagian besar masyarakat
menengah ke bawah masih menggandrunginya karena faktor kebutuhan ekonomi.
Namun penerapan demokrasi itu sendiri seringkali dinodai dengan
penyimpangan-penyimpangan seperti praktik money politics (politik
uang). Satu usaha yang dilakukan oleh para kandidat maupun partai politik agar
memenangkan perolehan suara yakni dengan transaksi jual beli suara atau dikenal
dengan istilah money politics. Praktik semacam itu jelas bersifat
ilegal dan merupakan kejahatan.
Oknum yang melakukan money politics haruslah memunyai persiapan
dana yang besar, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. Pada pemilihan
anggota dewan atau legislatif beberapa tahun yang lalu, sudah menjadi rahasia
umum jika sebagian besar caleg harus mengeluarkan uang dengan jumlah yang
banyak untuk mendapatkan kursi di DPRD.
Dana money politics tersebut biasanya diperoleh dari dua sumber. Pertama,
berasal dari pendukung yang memiliki kepentingan. Di Indonesia, hampir 60 persen
diperoleh dari pengusaha. Kondisi ini berimplikasi serius yakni kebijakan
pemerintahan yang terpilih akan mengutamakan kepentingan pengusaha yang
mendukung.
Kedua, dana berasal dari pribadi sehingga menciptakan politik balik modal.
Dari perhitungan sederhana, praktik money politics membuka ruang yang sangat
lebar untuk korupsi. Pasalnya ketika ia menduduki suatu jabatan, maka ia akan
berusaha untuk mengembalikan dana yang telah ia habiskan melalui berbagai cara.
Tak jarang, banyak pula wakil rakyat yang diberitakan telah melakukan berbagai
penyimpangan dan pelanggaran hukum.
Pemerintah juga harus berperan dalam merumuskan dan menegakkan
perundang-undangan untuk menutup sekecil mungkin celah pelanggaran money
politics, peningkatan sistim pemantauan dan pengawasan yang efektif dengan
meningkatkan peran Panwaslu. Selain itu, juga harus menjatuhkan sanksi yang
tegas dan jelas baik bagi para pelaku money politics.
Para calon pemimpin dan wakil rakyat juga sebaiknya mengambil langkah
sebagai berikut. Mulai dari menghindari praktik money politics dan
meminimalkan biaya penyelenggaraan kampanye, meningkatkan kapasitas dan
kualitas, memprioritaskan ide-ide dan pemecahan masalah kerakyatan,
berkompetisi dengan baik dan jujur, serta melakukan pendidikan politik kepada
masyarakat.
Sedangkan partai politik juga harus berkampanye dengan santun sesuai dengan
aturan yang berlaku. Selain itu, dalam perekrutan kader hendaknya lebih banyak
memberikan ruang kepada kader yang memiliki kualitas, pengalaman, serta
kompetensi yang baik untuk menjadi anggota legislatif. Tak lupa, parpol juga
berperan dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat
Sudah saatnya semua lapisan masyarakat mengambil sikap untuk menolak praktik
money politics. Praktik ini harus dihindari karena selain
menghancurkan sendi-sendi moral dan demokrasi, juga menimbulkan kerugiaan baik
moril maupun materil bagi bangsa dan negara.
Pasalnya dengan adanya money politics akan melatih masyarakat untuk
bertindak curang. Pelakunya pun bila terpilih, mungkin sekali melakukan
penyalahgunaan jabatan dan terlibat kasus korupsi. Sementara mereka yang gagal
menjabat, bisa-bisa terganggu secara psikologis atau depresi. Di sisi lain, kerugian
berjalannya money politics bagi pemerintah adalah terciptanya produk
perundangan atau kebijakan yang kolutif dan tidak tepat sasaran. Pasalnya
mereka yang menjabat tidak sesuai dengan kapasitas atau bukan ahli di
bidangnya.
Tak hanya berimbas buruk bagi masyarakat, pelaku, dan pemerintah, praktik money
politics ini berakibat pada pencitraan yang buruk serta terpuruknya partai
politik. Melalui pendidikan politik, lama-kelamaan masyarakat akan sadar mana
parpol yang bersih dan santun.
Kini, kita berharap semoga proses demokrasi di Indonesia dapat berjalan
dengan lancar. Semoga kita dapat memilih dengan cerdas para wakil rakyat dan
pemimpin yang benar-benar pro rakyat, akuntabel, memiliki integritas tinggi,
serta iman yang teguh. Kini saatnya kita bersatu dan melakukan suatu gerakan
untuk menolak aksi money politics.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar