Senin, 28 Oktober 2013

Partai Politik



MENGAPA PARTAI POLITIK 
MENJADI PILAR PRAKTIK KORUPSI
Oleh: Kamirah, S.Pd
 
Partai politik tidak lagi menjadi pilar demokrasi, tetapi berubah menjadi pilar korupsi. Mendekati Pemilihan Umum 2014, skala korupsi diperkirakan semakin meningkat karena parpol membutuhkan biaya kampanye.
”Parpol bukan lagi sebagai pilar demokrasi, tetapi pilar korupsi,” kata Syamsuddin Haris, profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di sela-sela diskusi ”Budaya Politik dan Kelas Menengah” di Cikini, Jakarta, Sabtu (29/12/2012).

Parpol disebut pilar korupsi karena banyak penyelenggara negara yang berasal dari parpol terjerat kasus korupsi. Bukan hanya anggota DPR, melainkan juga para menteri, gubernur, bupati/wali kota, dan anggota DPRD menyelewengkan kewenangan untuk merampok uang negara. Syamsuddin menilai, keterlibatan parpol dalam korupsi akan sulit dicegah. Sebab, umumnya parpol tidak memiliki sumber pendanaan yang jelas. Para kader parpol yang menjabat sebagai penyelenggara negara dipaksa mencari sumber dana, yang umumnya dari anggaran negara.

Ia memprediksi, skala korupsi parpol akan meningkat menjelang Pemilu 2014. Pasalnya, parpol membutuhkan dana besar untuk kampanye. Penggalangan dana dari anggaran negara juga diyakini terjadi karena aturan mengenai pendanaan parpol terlalu longgar. Tidak ada tuntutan bagi parpol agar lebih transparan dalam pengelolaan dana.

Burhanuddin Muhtadi, pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, mengusulkan perlunya undang-undang sistem keuangan parpol. ”Tidak ada reformasi parpol tanpa ada transparansi pengelolaan dana,” katanya.
UU itu diusulkan memuat aturan main yang jelas dan tegas mengenai pengelolaan dana parpol. Tidak hanya sumbangan atau bantuan pemerintah untuk parpol, tetapi juga kejelasan sumber dana lainnya. Biaya atau pengeluaran kampanye juga diatur jelas dalam UU tersebut. Burhanuddin meyakini UU sistem pendanaan parpol dapat menekan korupsi parpol. ”Selama ini aturannya remang-remang sehingga parpol rakus sekali menggarong APBN,” ujarnya.

Selain UU sistem pendanaan parpol, solusi lain yang ditawarkan Syamsuddin adalah memperkuat masyarakat sipil. Seluruh kelompok masyarakat sipil perlu bekerja sama dan berkonsolidasi untuk terus mengingatkan parpol agar tak melakukan korupsi. Namun, praktik korupsi politik setahun menjelang Pemilu 2014 ditengarai bakal berbeda dengan modus korupsi pada masa-masa sebelumnya. Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC) Arif Nur Alam, politisi pasti akan ekstra hati-hati jika hendak melakukan korupsi mengingat langkah Komisi Pemberantasan Korupsi ataupun kontrol yang makin kuat dari publik. Oleh karena itu, bisa jadi praktik korupsi dilakukan dengan modus yang berbeda melalui kebijakan anggaran yang diarahkan untuk wilayah atau daerah pemilihan tertentu, terutama untuk APBN 2013.
 
Menurut Arif, mahalnya biaya politik menjelang pemilu memang menjadikan terbukanya kemungkinan kompromi pembahasan anggaran. Misalnya saja, dana bantuan sosial atau hibah yang ada di kementerian diarahkan ke basis konstituen parpol atau calon anggota legislatif tertentu.

Peneliti Indonesia Corruption Watch, Apung Widadi, menuturkan, gejala political budget cycle di beberapa negara Eropa dan juga Asia, menjelang pemilu, pemerintah akan mengalokasikan anggaran-anggaran yang populis. Untuk politisi, kecenderungannya agak kasar karena mereka butuh freshmoney untuk kampanye. 

(kompas.com, 30/12/2012)

Pemilu dan Pemilih Pemula




ARTI POLITIK, PEMILU DAN PEMILIH PEMULA

Oleh: Kamirah
 



Arti politik
Makna politik ada dua dimensi: seni dan ilmu. Dari sudut seni politik itu identik dengan jorok,haram,kotor,dosa,penipu,dan berbagai tudingan jelek lainya,tetapi ketika kita masuk ke dalamnya terngata tidak seperti itu. Semakin menekuni aktifitas politik dan behasil,sulit untuk meninggalkanya.
 
Manipulasi keadaan
Dari sudut ilmu,politik adalah kumpulan pengetahuan,rasional,dan mempunyai objek
Pengetahuan adalah kebenaran yang diperoleh dari observasi,kajian,dan percobaan
Rasional adalah sesuatu yang dapat diterima oleh akal sehat, di kontraskan dengan mistis
Objek:kekuasaan,Negara,kebijakanbublik dll.

Arti Pemilu
Sarana kedaulata rakyat yang di laksanakan dalam priode tertentu merupakan sirkulasi elite. Dalam pemilu semua calon bersaing diberiakan peluanang yang sama untuk memperoleh dukungan rakyat. Semua penduduk dewasa diberikan hak untuk memilih

Pemilih pemula

  • Pemilih pemula adalah kaum remaja
  • Orang yang baru pertamakali menggunakan hak pilih
  • Remaja yang wajib memilih merusia 17 tahun /sudah menikah
  • Pemilih pemula dan politik
  • Selama ini dunia remaja mempunyai karakteristi tersendiri seiring dengan perkembangan kerpribadian,akibatnya remja ‘apatis’terhadap politilk
  • Tetapi adapula remajayang gandrung dengan politik

Pendidikan politik
Pendidikan politik adalah carasuaatu bangsa mentransfer dunia politiknya dari generasi yang satu ke generasi kemudian. Pendidikan politkik mengiginginkan agar pemilih pemulaberkembang menjadi warga Negara yang baik,yang menghayati nilai-nilai luhurur dari baangsanya dan sadar akan kewajibannya di dalam kerangka nilai-nilai tersebut. Salah satu wujud dari pendidikan politikyakni dengan ikut menggunakan hak pilihnya pada momen pemilu. Hendaknya para pemilih dapat menjadi pemilih cerdas.

Pendidikan politik di sekolah
Tercemin dalam mata diklat PKN. Dalam mata diklat itu makapendidikan politik sebagai muatanya, pendidikan kewarganegaraan sebagai kendaraanya,PIPS sebagai kembatan ilmu-ilmu sosiat yang bertujuan pendidikan. Dari mata diklat itu maka diharapkankemampuannya menganalisis isu-isu demokrasi yang muncul di masyarakat,menambah pengetahuan nalar siswa dalam dalam pengetahuan masyarakat,mengembangkan keterampilan berpikir,mengembangkan kesadaran peran siswa dari prodes perubahan demokrasi,membantu siswa mengakui komplesnya dari membuat keputusan masalah demokrasi,menyediakan kesempata siswauntuk menguji kemungkinan dampak demokrasibagi kehidupan danperubahan masyarakat.
Pemilih cerdas yakni menggunaka akal ketiaka memilh pemimpinya

Adakah cara memilih pemimpin lain selain akal ? yakni dengan emosi,bujukan dan tekanan. Tidak mudah oleh “bujuk rayuan” misalnya pemberian uuang.harus berani menumbuhkan etika berpolitik yang lebih beradab.
Caranya kenali programnya.partai pengusungnya,jejak rekam calon

Penggunaan hak pilih bagi pemilih pemula

  • Yakni dapat memilih pada hari pemungutan suara.wajib pilih adalah warga Negara Indonesia yang pada hari pemilihan sudah berusia 17 tahun lebih
  • Sudah/pernah kawin
  • Untuk dapat mempergunakan hak pilihnya, yang besangkutan harus terdaftar menjadi prlilih
  • Syarat untuk memilih adalah tidaksedang terganggu jiwanya,tidak sedang di cabut kah pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hokum tetap,dan berdomisili di daerah pemiliham sekurang-kurangnya enam bulan sebelum disahkan daftar pemilih sementara
  • Seorang pemilih hanya di daftar satu kali di daerah pemilihan yanbersangkutan
  • Jika mempunyai lebih dari sati tempat tinggal,pemilihtersebut harus memilih satu diantaranya
  • Biasanya disusun daftar pemilih sementara yang diumumkan oleh PPS pada tempat-tempat yang mudah di jangkau masyarakat tujuanya untuk mendaoat tanggapan masyarakat.
Syarat untuk dapat menggunakan hak pilih

  • Terdaftar di salinan DPT
  • Membawa kartu pemilih dan atau surat pemberitahuan
  • Tidak sedang dicabut hakpilihnya berdasarkanputudan pengadilan yang telah mempunyai kekukuatan hokum tetap
  • Belum pernah menggunakan hak pilihnya pada TPS yang lain

Tugas pemilih pemula

  • Student today,leder tomoerow
  • Hasrat untuk menjadi pemimpin adalah wajar.
  • Ada baiknya kita simak :yang menangis adalah yang berpunya,yang berpunya adalah yang kehilangan,yang kehilangan adalah mereka yang ingin
  • Yang menangis yang berpunya:jangan mabuk kekuasaan,kalau tidak mempunyai apa-apa jangan menangis
  • Yang brpunya yan menangis:punya uang tiba-tibadicuri oleh maling
  • Yang kehilangnan adalh yang ingin:kalau ingin apa-apa ,bersiap-siap untuk tidak mendapatakan apa-apa

Sapu Tangan Rasulullah



SAPU TANGAN RASULULLAH DAN PESONA DUNIA

Reshared by: Kamirah


Pada suatu kali Rasulullah mendapatkan hadiah sehelai sapu tangan yang terbuat dari sutra yang sangat lembut. Para sahabat memegangi sapu tangan itu karena kagum dengan kebagusannya.

Melihat itu Rasulullah langsung bersabda: "Sungguh sapu tangan Sa'ad bin Mu'adz di surga jauh lebih lembut dari itu".

Dari hadits ini kita bisa ambil pelajaran bahwa Rasulullah tidak ingin shahabatnya terpesona dengan kehidupan dunia. Sedikit saja hati mereka cenderung ke arahnya, beliau langsung memalingkannya ke arah kehidupan akhirat.

Beliau tidak menyuruh membenci dunia, tapi juga tidak mengizinkan untuk terpesona dengannya. Ia hanya sarana untuk menyeberang ke kehidupan yang abadi di akhirat sana.

Barangkali sebagian orang merasa risih, tidak enakan, alergi, bahkan mungkin benci bila ada orang yang bicara atau mengingatkan hal-hal yang berbau akhirat. Merasa gimana.... kalau disebutkan perihal kematian dan segala rentetannya. Merasa kolot bila bicara tentang surga dan neraka. Padahal kalau ia mau sadar, kemana ia akan pergi setelah selesai kehidupan yang sekejap ini kalau bukan kepada salah satu di antara yang dua itu. Karena tidak ada tempat ke tiga di akhirat selain surga dan neraka.

Untuk masa depan kehidupan dunia yang tidak berapa lama, orang mau mengerahkan segala potensi dirinya. Padahal belum tentu dia akan hidup dalam waktu agak lama hingga ia sempat mencicipi jerih payahnya itu. Namun sayang setriliyun sayang, untuk kehidupan yang tiada akhir ia hanya mengerahkan potensi ala kadarnya, bahkan banyak yang tidak memikirkan itu sama sekali dan berusaha melupakannya, apalagi akan banting tulang untuk memperolehnya.

Hanya orang yang betul-betul yakin bahwa dia akan menghadapi peristiwa yang tidak bisa dibayangkan dahsyatnya yang akan berbuat untuk itu. Peristiwa yang membuat jantung terasa naik ke tenggorokan karena saking mengerikannya. Itulah hari pembalasan segala amal perbuatan ketika hidup di dunia ini.

Sudah sepantasnya setiap kita lebih banyak merenungkan dan mempersiapkan kehidupn di sana. Bahkan apapun aktifitas hidup kita sekarang harus selalu dihubungkan dengannya. Tidak lepas satu detikpun tanpa ingat akhirat.

Ya Allah, selamatkan kami di hari itu

Sumber:
Zulfi Akmal
Al-Azhar, Cairo


Kamis, 26 September 2013

tipe wanita


TIPE-TIPE WANITA DALAM AL-QURAN; 

YANG MANA DIRI KITA?



Diposkan oleh: Kamirah

Al-Qur’an sudah  memberi tuntunan kepada orang orang beriman (khususnya Muslimah) agar tidak salah dalam memilih kepribadian. Setidaknya ada lima tipe wanita dalam Al-Qur’an.
Pertama, tipe pejuang. Wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Walau berada dalam cengkraman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun.
Allah SWT mengabadikan do’anya, “Dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo’a : Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (QS. At-Tahriim: 11).

Kedua, tipe wanita shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya.
“Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” demikian ungkap Maryam (QS. Maryam: 20).
Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur’an (QS. Maryam [19]). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS. Maryam [19] : 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun karena keshalihan dan kesuciannya.

Ketiga, tipe penghasut, tukang fitnah, dan biang gosip. Tipe ini diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Al-Qur’an menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang, wanita penyiram bensin.
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab: 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah, dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.

Keempat, tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaikha saat menggoda Nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Qur’an,
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23).

Kelima, tipe wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti dilakukan perempuan Fir’aun (QS. At-Tahriim: 11). Namun, pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang bekhianat kepada suaminya (yang shaleh). Istrinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.
Difirmankan, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (QS. At-Tahriim: 10).
Wanita-wanita yang dikisahkan Al-Qur’an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Ada tipe pejuang yang kokoh keimanannya, ada wanita shalihah yang tangguh dalam ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri, ada pula tipe penghasut, penggoda, dan pengkhianat.
Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan bila memilih tiga tipe terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan akhiratlah akan kita rasakan.
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. An-Nuur: 34). 
Wallaahu a’lam.

http://www.kabarpks.com/2013/04/tipe-tipe-wanita-dalam-al-quran-yang.html