SAPU TANGAN RASULULLAH DAN PESONA DUNIA
Reshared by: Kamirah
Pada suatu kali Rasulullah mendapatkan hadiah sehelai sapu tangan
yang terbuat dari sutra yang sangat lembut. Para sahabat memegangi sapu tangan
itu karena kagum dengan kebagusannya.
Melihat itu Rasulullah langsung bersabda: "Sungguh
sapu tangan Sa'ad bin Mu'adz di surga jauh lebih lembut dari itu".
Dari hadits ini kita bisa ambil pelajaran bahwa Rasulullah
tidak ingin shahabatnya terpesona dengan kehidupan dunia. Sedikit saja hati
mereka cenderung ke arahnya, beliau langsung memalingkannya ke arah kehidupan
akhirat.
Beliau tidak menyuruh membenci dunia, tapi juga tidak
mengizinkan untuk terpesona dengannya. Ia hanya sarana untuk menyeberang ke
kehidupan yang abadi di akhirat sana.
Barangkali sebagian orang merasa risih, tidak enakan,
alergi, bahkan mungkin benci bila ada orang yang bicara atau mengingatkan hal-hal
yang berbau akhirat. Merasa gimana.... kalau disebutkan perihal kematian dan
segala rentetannya. Merasa kolot bila bicara tentang surga dan neraka. Padahal
kalau ia mau sadar, kemana ia akan pergi setelah selesai kehidupan yang sekejap
ini kalau bukan kepada salah satu di antara yang dua itu. Karena tidak ada
tempat ke tiga di akhirat selain surga dan neraka.
Untuk masa depan kehidupan dunia yang tidak berapa lama,
orang mau mengerahkan segala potensi dirinya. Padahal belum tentu dia akan
hidup dalam waktu agak lama hingga ia sempat mencicipi jerih payahnya itu.
Namun sayang setriliyun sayang, untuk kehidupan yang tiada akhir ia hanya
mengerahkan potensi ala kadarnya, bahkan banyak yang tidak memikirkan itu sama
sekali dan berusaha melupakannya, apalagi akan banting tulang untuk
memperolehnya.
Hanya orang yang betul-betul yakin bahwa dia akan menghadapi
peristiwa yang tidak bisa dibayangkan dahsyatnya yang akan berbuat untuk itu.
Peristiwa yang membuat jantung terasa naik ke tenggorokan karena saking mengerikannya.
Itulah hari pembalasan segala amal perbuatan ketika hidup di dunia ini.
Sudah sepantasnya setiap kita lebih banyak merenungkan dan
mempersiapkan kehidupn di sana. Bahkan apapun aktifitas hidup kita sekarang
harus selalu dihubungkan dengannya. Tidak lepas satu detikpun tanpa ingat
akhirat.
Ya Allah, selamatkan kami di hari itu
Sumber:
Zulfi Akmal
Al-Azhar, Cairo
Al-Azhar, Cairo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar