Kamis, 26 September 2013

tipe wanita


TIPE-TIPE WANITA DALAM AL-QURAN; 

YANG MANA DIRI KITA?



Diposkan oleh: Kamirah

Al-Qur’an sudah  memberi tuntunan kepada orang orang beriman (khususnya Muslimah) agar tidak salah dalam memilih kepribadian. Setidaknya ada lima tipe wanita dalam Al-Qur’an.
Pertama, tipe pejuang. Wanita tipe pejuang memiliki kepribadian kuat. Ia berani menanggung risiko apa pun saat keimanannya diusik dan kehormatannya dilecehkan. Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Walau berada dalam cengkraman Fir’aun, Asiyah mampu menjaga aqidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah. Asiyah lebih memilih istana di surga daripada istana di dunia yang dijanjikan Fir’aun.
Allah SWT mengabadikan do’anya, “Dan Allah menjadikan perempuan Fir’aun teladan bagi orang-orang beriman, dan ia berdo’a : Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (QS. At-Tahriim: 11).

Kedua, tipe wanita shalihah yang menjaga kesucian dirinya. Tipe ini diwakili Maryam binti Imran. Hari-harinya ia isi dengan ketaatan kepada Allah. Ia pun sangat konsisten menjaga kesucian dirinya.
“Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!” demikian ungkap Maryam (QS. Maryam: 20).
Karena keutamaan inilah, Allah SWT mengabadikan namanya sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur’an (QS. Maryam [19]). Maryam pun diamanahi untuk mengasuh dan membesarkan Kekasih Allah, Isa putra Maryam (QS. Maryam [19] : 16-34). Allah SWT memuliakan Maryam bukan karena kecantikannya, namun karena keshalihan dan kesuciannya.

Ketiga, tipe penghasut, tukang fitnah, dan biang gosip. Tipe ini diwakili Hindun, istrinya Abu Lahab. Al-Qur’an menjulukinya sebagai “pembawa kayu bakar” alias penyebar fitnah. Dalam istilah sekarang, wanita penyiram bensin.
“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya ia akan binasa. demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut.” (QS. Al-Lahab: 1-5). Bersama suaminya, Hindun bahu membahu menentang dakwah Rasulullah SAW, menyebar fitnah, dan melakukan kezaliman. Isu yang awalnya biasa, menjadi luar biasa ketika diucapkan Hindun.

Keempat, tipe wanita penggoda. Tipe ini diperankan Zulaikha saat menggoda Nabi Yusuf. Petualangan Zulaikha diungkapkan dalam Al-Qur’an,
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, “Marilah ke sini.” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23).

Kelima, tipe wanita pengkhianat dan ingkar terhadap suaminya. Allah SWT memuji wanita yang tidak taat kepada suaminya yang zalim, seperti dilakukan perempuan Fir’aun (QS. At-Tahriim: 11). Namun, pada saat bersamaan Allah pun mengecam perempuan yang bekhianat kepada suaminya (yang shaleh). Istrinya Nabi Nuh dan Nabi Luth mewakili tipe ini. Saat suaminya memperjuangkan kebenaran, mereka malah menjadi pengkhianat dakwah.
Difirmankan, “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shaleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).” (QS. At-Tahriim: 10).
Wanita-wanita yang dikisahkan Al-Qur’an ini hidup ribuan tahun lalu. Namun karakteristik dan sifatnya tetap abadi sampai sekarang. Ada tipe pejuang yang kokoh keimanannya, ada wanita shalihah yang tangguh dalam ibadah dan konsisten menjaga kesucian diri, ada pula tipe penghasut, penggoda, dan pengkhianat.
Terserah kita mau pilih yang mana. Bila memilih tipe pertama dan kedua, maka kemuliaan dan kebahagiaan yang akan kita dapatkan. Sedangkan bila memilih tiga tipe terakhir, kehinaan di dunia dan kesengsaraan akhiratlah akan kita rasakan.
“Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. An-Nuur: 34). 
Wallaahu a’lam.

http://www.kabarpks.com/2013/04/tipe-tipe-wanita-dalam-al-quran-yang.html

Peran Perempuan


PERAN PEREMPUAN DALAM PERUBAHAN SOSIAL




Diposkan oleh: Kamirah

Peran Perempuan dalam perubahan social sebenernya sudah ada sejak dulu kala. Perempuan juga merupakan actor penting dalam setiap perubahan social pada masyarakat, tetapi Westernisasi lah yang mengecilkan peran wanita itu hanya pada sumur, dapur, kasur.

Sesungguhnya peran Perempuan dalam Agama manapun sangatlah di hormati dan sangat di junjung tinggi. “Untuk itu perempuan – perempuan muda saat ini yang pertama dan utama adalah memilik kesadaran fitrah perempuan memiliki peranan yang sangat strategis juga dalam setiap perubahan social di lingkungannya,” kata Herlini Amran pada seminar di Universitas Batam.
Selanjutnya, Menurut Herlini, “Agar perempuan bisa menjadi sosok perubah itu, Perempuan mudanya perlu memiliki 3 kapasitas utama yang harus dikuasasi wanita; yaitu memiliki kemampuan akademis yang baik, memiliki juga kecerdasan religi dan harus berkarya di masyarakat maupun lingkungannya,” ujarnya.

Setelah memiliki 3 Kapasitas utama tersebut Perempuan juga tidak boleh menyalahi kodrat nya sebagai wanita dan merasa lebih baik dari laki-laki. Wanita dan laki-laki merupakan partner yang selaras, saling mendukung dan mengisi kekurangannya satu sama lainnya seperti Nabi Adam dan Siti Hawa.

Menurut Herlini yang merupakan Anggota DPR RI Komisi Pendidikan, Olahraga dan Pariwisata mencontohkan Kisah Peran Siti Asiah istrinya Firaun/ Paraoh yang dapat membujuk suaminya untuk tidak membunuh bayi laki-laki yang ditemukannya di sungai padahal paraoh telah membuat kebijakan lalim untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir zaman itu.

Herlini berharap, Semangat hari Kartini ini semoga menjadi pelecut semangat perempuan di Indonesia untuk terus mempelajari nilai-nilai kebaikan dalam bingkai Agama sehingga dapat meningkatkan peranan nya yang membawa manfaat bagi lingkungannya menjadi pilar- pilar perubahan peradaban agar Indonesia bisa lebih sejahtera.

Kamis, 19 September 2013

Pesan untuk Kader Dakwah



UNTUKMU KADER DAKWAH !


تِلْكَ الدَّارُ الْآَخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Qashash 83).

1. Hendaknya antum selalu berorientasi pada akhirat, karena akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. 

2. Jagalah amalan harian antum, khususnya sholat lima waktu berjamaah dan di masjid, lebih khusus lagi sholat Subuh.

3. Perbanyaklah bekal antum, bekal ilmu dan amal  sholih, sehingga dapat mengantarkan derajat ketaqwaan. Dan sebaik-baiknya bekal adalah ketaqwaan.

4. Hiasi dirimu dengan akhlak  mulia  terutama zuhud, karena dengan zuhud akan dicintai Allah dan manusia.

5. Berusahalah semaksimal mungkin untuk bisa itsar (mengutamakan ikhwah), kalau belum bisa jangan tinggalkan sikap salamatul qolb (lapang dada dan tidak hasad) pada mereka.

6. Gunakan jabatan publik yang diamanahkan kepada antum sebagai sarana ibadah, khidmah dan dakwah.

7. Janganlah mempertentangkan tarbiyah dengan siyasah (politik), karena keduanya sarana untuk meneggakan Syariah.

8. Jalan dakwah itu panjang dan berat, maka hendaknya senantiasa saling tolong menolong dan beramal jama’i, karena antum akan lemah jika sendiri, tetapi kuat  jika bersama saudara yang lain.

9. Bersiap siagalah, karena puncak ajaran Islam adalah jihad, maka hendaknya antum senantiasa menjaga kesehatan dan senantiasa berolah raga.

10. Bersemangatlah untuk meraih kemuliaan tertinggi berupa istiqomah di jalan dakwah, husnul khotomah dan mati fii sabilillah  sehingga meraih puncak kenikmatan yaitu dibebaskan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga Allah.


Iman Santoso
Anggota DSP (Dewan Syariah Pusat) PKS

Menjaga Iman



KIAT MENJAGA KESTABILAN IMAN
Oleh: Kamirah

Futur adalah kondisi mental dan iman kita yang sering kita alami, yakni ketika kondisi iman kita sedang berposisi di bawah. Akibatnya adalah kita senantiasa malas untuk melakukan ibadah. Otak kita sadar kalau hal itu berbahaya untuk masa depan dan masa kini iman kita. Namun karena kondisi lingkungan dan suasana zaman dapat menurunkan kondisi dan derajat iman kita. Untuk itu, ini ada resep agar iman kita tetap terjaga dalam kondisi puncak, dan Insya Allah sulit untuk menuju futur.
Ingat pesan Rasulullah bersabda: "Barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, barang dagangan Allah itu adalah surga".
Untuk menebus barang dagangan itu, hanyalah kita kerja keras, keras, dan keras. Itulah komitmen hati, mental dan fisik kita untuk selalu menjaga kondisi iman kita.
Cara menjaga iman adalah:

  1. Perbanyak tilawatul Qur’an, kaji maknanya, dan men-tadabbur al Qur’an,
  2. Perbanyak puasa sunnah, puasa Senin-Kamis, puasa Daud, puasa yaumul bid, dan puasa-puasa sunnah yang lain.
  3. Perbanyak dan lakukan secara rutin shalat-shalat sunnah: seperti shalat tahajjud/ qiyamul lail (utamakan), shalat dhuha, shalat sunnah rawatib, dan lain-lain. Ini harus jadi komitmen untuk senantiasa dijalankan.
  4. Bergaul dengan orang-orang shalih, sehingga teman-teman kita akan senantiasa memotivasi untuk selalu beribadah.
  5.  Selalu mengingat mati yang datang kapan saja, dimana saja, ingat siksa kubur, dan peristiwa-peristiwa nanti di akhirat lainnya.
  6. Upayakan hati dan anggota badan kita yang lain senantiasa ber-dzikir kepada Allah di setiap saat dan kapan saja.

Mungkin ada yang mengatakan: ini juga sulit, berat melakukannya. Tetapi langkah itu harus dan harus diupayakan.
Hanya ada jawaban: "Allahumma paksakan". Untuk membiasakan sesuatu kadang-kadang memang harus dipaksa dulu.
Selamat berjihad.